Ini Penjelasan Kepala Disdik Lingga Terkait Pernyataan Wak Den

by -21 views

Lingga – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga bantah pernyataan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, Kamaruddin Ali, yang mengatakan Pemkab. Lingga mengabaikan pendidikan.

Menurut Kadis Pendidikan Lingga Junaidi Adjam, terkait bantuan belanja hibah bantuan sosial (Bansos), baik itu melalui organisasi, perorangan (Beasiswa) yang bentuknya proposal, wajib di masukkan sebelum tim anggaran pemerintah daerah, mengajuka kebijakan umum anggaran (KUA) proritas plafon anggaran sementara (PPAS) ke DPRD.

Sebab kata dia, nantinya proposal yang diajukan tersebut akan menjadi pembahasan di APBD selanjutnnya.

“Jadi kami Disdik sudah berikan Solusi untuk dimasukkan ke anggaran APBD 2020 mengingat besarnya pagu anggaran S2 dimaksud,” kata Junaidi kepada Suarakepri.com, Kamis (04/07/19).

Selain itu, untuk tahun ini Pemkab Lingga, melalui Disdik Lingga sudah menganggarkan dana beasiswa untuk S1 sebesar Rp. 500 Juta, yang rencanakan akan di serahkan ke 125 orang (mahasiswa Lingga) yang tersebar beberapa perguruan tinggi.

“Dana beasiswa untuk S1 Tahun 2019 ini sudah diproses Verifikasi dan sedang tahap pencairan melalui DPKAD Lingga dengan jumlah penerima sebanyk 125 org,” ucapnya.

Lanjut Junaidi, semua uang beasiswa tersebut akan dikelola oleh Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lingga, dan nantinya akan diteruskan ke rekening penerima.

“Tergantung di DPKAD,
karna pos anggarannye ada di disana melalui transfer ke rekening penerima, beasiswa mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Berprestasi akademik. IPK minimal 3,0.
Kurang mampu harus melampirkn surat keterangan tidak mampu dari Kades/Lurah masing-masing,” jelas dia.

Sementara itu, Junaidi juga menyayangkan pernyataan Wakil Ketua I DPRD Lingga yang memponis Pemkab. Lingga seolah-olah tidak peduli pada pendidikan anak daerah, padahal menurut dia, Wakden sapaan akrab Wakil Ketua 1 DPRD Lingga mengetahui sistem pengelolaab uang daerah.

“Mestinya Wakden harus lebih faham tentang sistem pengelolaan keuangan daerah, apalagi terkait belanja hibah bansos. Masak hari ini masuk proposal besok minta di cairkan, mudah-mudahan tidak gagal faham,” ujar Junaidi saat mengomentari pernyataan wakden di Grub Wa IWO Lingga.

Penulis : Febrian S.R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *